Tuesday, December 9, 2014

My Super Trip | Day 4 | La Tour Eiffel, la Seine, musée d'Orsay, Notre Dame et Shakespare and Company

Halo lagi!

Setelah kaki pegal mengunjungi Louvre dan sekitarnya di hari ke-3, di hari ke-4 ini kita pergi ke menara Eiffel! Karena banyak jalan sejak hari pertama tiba di Paris, kaki saya mulai pegal-pegal seperti habis olahraga haha, padahal untuk ukuran orang Jakarta, saya cukup banyak jalan, tapi berhubung di Paris jalannya lebih jauh dan kecepatannya harus ekstra untuk mengimbangi orang-orang di sekitar, jadi ya begitulah haha. Tapi untungnya di hari-hari selanjutnya pegalnya hilang, mungkin karena sudah terbiasa dan tentunya dengan bantuan Voltaren yang direkomendasikan teman saya. 

Kita berangkat sekitar jam setengah 10 pagi untuk menghindari antrian. Lagi-lagi hari itu cuaca mendung dan kurang bersahabat untuk kamera film saya, tapi rencana harus tetap berjalan, jadi lanjutlah kita ke Eiffel. Menara yang satu ini besar sekali, kita bisa lihat Eiffel dari berbagai sudut kota Paris.



Nah, semakin kerasa besarnya kan kalau dekat



Lalu kita beli tiket ke tingkat dua dengan tangga. Sebenarnya saya paling gak kuat naik tangga, tapi berhubung Mehdi bilang dia biasanya naik ke Eiffel naik tangga dan antrian yang lift mulai panjang, jadi saya nurut saja. Ini tiketnya:



Selama perjalanan naik ke atas, saya banyak berhenti untuk ambil nafas dan minum, dasar cupu, padahal banyak turis lain yang sudah berumur dan mereka terlihat lebih santai dari saya haha. Saya papasan sama seorang turis lain, kakek itu menyemangati saya dengan bilang "turunnya jauh lebih mudah". Ok, kek!



Akhirnya setelah perjuangan melawan tangga, sampai juga di lantai pertama dari menara Eiffel!






Yang seru di lantai pertama ini, ternyata ada beberapa bagian yang lantainya terbuat dari kaca! Jadi kalau berdiri disana berasa terbang tinggi hehe. Saya cukup beruntung karena bisa nyobain lantai kaca ini, karena ternyata itu cukup baru, jadi bisa pamer deh haha.




Itu di bawah adalah antrian untuk naik ke atas pakai lift, sedangkan tadi saya lewat pintu tangga tanpa antri sama sekali hehe. Lumayan, kapan lagi kan olah raga naik menara cantik ini.


Tapiii ini baru lantai pertama, kita harus naik tangga lagi menuju ke lantai kedua. Lumayan sih sudah istirahat sebentar di lantai pertama, jadi waktu naik ke lantai dua sudah seger lagi. 

Setelah sampai ke lantai dua, pemandangannya luar biasaaaa, sepertinya saya hampir bisa lihat seluruh Paris! Saya ditunjukkan letak beberapa bangunan yang sudah kita kunjungi, ada Louvre, Grand Palais, dll. Bahkan dari ataspun Louvre terlihat luas banget haha. Di foto di bawah ini kita bisa lihat Sacré-Coeur (bangunan di tengah foto yang menonjol di atas bukit itu). Di atas situ anginnya cukup kencang, jadi kita sempat masuk sebentar ke toko souvenir untuk menghangatkan tubuh sekalian ngemil dan beli souvenir.






Setelah puas melihat-lihat Paris dari atas, kita memutuskan untuk turun karena masih ada beberapa tempat yang mau dikunjungi. Memang benar kata si kakek, perjalanan turun terasa cepat dan tidak perlu berhenti untuk minum haha.

Setelah turun, kita jalan menuju Trocadero untuk melihat Eiffel dari jauh.




Tadi kita dari situ! Prestasi banget buat saya :p



Foto titipan adik saya, dia menulis "Bon Voyage" untuk saya dan rekues tulisannya itu difoto dengan latar menara Eiffel, voila! 






Tibalah waktu makan siang. Kali ini Mehdi mengajak saya untuk makan siang di salah satu restoran tidak jauh dari Trocadero. Katanya ini adalah tipikal restoran di Paris, biasanya mereka menjual makanan, kopi, dan juga rokok. Makanan yang kita pesan namanya magret de canard, terdiri dari bebek, kentang, dan yang bentuknya bulat itu adalah buah sesuatu yang saya tidak tahu namanya hehe. Enak!! Porsi makanan disana ternyata memang besar-besar, padahal kalau disini makan saya termasuk banyak, tapi waktu disana saya sering kewalahan menghabiskan makanan yang saya pesan hehe. Beginilah tampilannya:



Setelah selesai makan bebek, kita jalan lagi menuju Musée du Quai Branly. Museum ini kelihatan dari atas Eiffel. Tapi kita tidak masuk ke dalam, cuma numpang foto-foto di luar saja. Rata-rata museum di Paris memiliki desain yang bagus dan menarik, jadi sangat menyenangkan.




Sesudah mampir ke Musée du Quai Branly, kita jalan menyusuri sungai Seine untuk menuju ke museum selanjutnya, yaitu musée d'Orsay yang tiketnya sudah kita beli kemarin (satu paket dengan musée de l'orangerie). Di pinggiran sungai ini kita bisa jalan dengan nyaman karena memang didesain khusus untuk pejalan kaki dan pengendara sepeda. Tersedia beberapa tempat duduk juga. Saya dan Mehdi sempat duduk istirahat sebentar sambil melihat kapal-kapal (bateaux mouches) yang dinaiki para turis. Kadang kita melambaikan tangan ke mereka untuk melihat apakah ada yang membalas atau tidak haha.


Ternyata ada sebuah patung besar karya seniman terkenal, yaitu karya  Niki de Saint Phalle. Sangat menyenangkan berjalan di tepi sungai Seine ini karena sangat nyaman. Kalau dibandingkan dengan Jakarta, Paris benar-benar memanjakan para pejalan kaki. Saya membayangkan kalau sedang summer, pasti seru sekali duduk di pinggir Seine sambil piknik bersama teman-teman :)








Setelah berjalan cukup jauh di sepanjang sungai Seine (yang untungnya cuaca cukup bersahabat), kita sampai di Musée d'Orsay!! Saya benar-benar excited untuk ke museum ini karena di dalamnya ada karya-karya Vincent van Gogh! Saya suka karya beliau sejak dulu, sepertinya sejak saya SMP. Apalagi disini ada karya beliau yang judulnya Starry Night yang adalah favorit saya, makin semangat deh hehe. Karena kita sudah beli tiket terusan, gak perlu lagi ngantri-ngantri. Tapi museum ini berbeda dengan Louvre, kita tidak boleh memotret karya seni di dalamnya. Jadi saya tidak punya banyak foto dari dalam musée d'Orsay. Baiklah, mari masuk!


Saya suka sekali dengan arsitektur museum ini. Ditambah lagi dengan adanya jam besar di ujung ruangan itu, seperti yang ada di film Hugo. Ternyata museum ini dulunya adalah stasiun kereta.

Saya benar-benar kagum dengan banyaknya karya disini, karya-karya pelukis terkenal yang nama-namanya cuma saya dengar di kelas atau baca di internet bisa saya lihat dengan mata kepala saya sendiri! Saya langsung iri dengan warga Paris, mereka sedekat ini dengan karya seniman-seniman ini, sesudah pelajaran sejarah seni bisa langsung lihat karya aslinya di museum, beruntung sekali kan!





Sewaktu saya lihat papan di atas ini, saya langsung panik mau buru-buru masuk ke dalam. Akhirnya!!! Sempat salah ruangan beberapa kali dan akhirnya kita masuk ke ruangan Vincent van Gogh :_______)
Bukannya berlebihan, tapi saya beneran terharu waktu bisa lihat karya Van Gogh secara langsung haha. Ada beberapa lukisan beliau yang terkenal, termasuk juga Starry Night. Saya sempat mau bandel dan colongan foto, tapi waktu saya mengeluarkan hp dari kantong celana, saya sudah ditegur petugas museum, seakan dia bisa membaca pikiran saya. Ah, kecewanya bukan main... Ya memang tidak boleh foto tapi kan.. haha, dan banyak juga yang bandel lho (membela diri haha), anyway, akhirnya Mehdi menghibur saya karena dia tahu saya sangat kecewa dan kita pindah ke lukisan lain. Waktu mau keluar dari ruangan Van Gogh, saya balik lagi untuk melihat Starry Night sekali lagi, supaya menempel di ingatan hehe.

Setelah selesai muter-muter dan melihat hampir semua karya, kita memutuskan untuk keluar karena museum sudah hampir tutup, kira-kira sudah jam setengah 5 sore. Kita memutuskan untuk ke tempat selanjutnya, yaitu Notre Dame. Untungnya jam 6 disana masih terang, jadi kita masih punya waktu jalan-jalan. 






Suasana di depan Notre Dame sore itu ramai dan cuacanya sedikit mendung. Saya terkagum-kagum dengan detail arsitektur gereja ini. Arsitektur di dalamnya pun sangat cantik. Waktu kita keluar dari dalam Notre Dame, ternyata langit mendadak cerah dan cahayanya kekuningan, Notre Dame pun jadi terlihat makin cantik!





Gargoyles!



Setelah selesai melihat-lihat Notre Dame, kita berjalan-jalan mengitarinya. Di dekat situ ada beberapa kios buku bekas, kebanyakan sudah tutup, tapi untungnya ada 2 tempat yang masih buka, jadi kita mampir untuk membeli novel-novel titipan adik saya. 




Tapi ada satu lagi tempat yang ingin saya kunjungi hari itu, yaitu toko buku Shakespeare and Company! Kabarnya, toko buku ini dulunya adalah tempat hangoutnya penulis-penulis terkenal seperti Ernest Hemingway! Toko buku ini juga sempat masuk di film Before Sunset dan Midnight in Paris karya Woody Allen. Berhubung letaknya tidak jauh dari Notre Dame, mampirlah kita kesana. Toko bukunya tidak terlalu besar, bisa dibilang sempit, di dalamnya penuh buku, benar-benar hangat dan menyenangkan :') Sayangnya di dalam tidak boleh mengambil foto, jadi saya selfie di depan saja hehe. 






Setelah selesai mengunjungi Shakespeare and Company dan membeli buku, rasanya sudah capek dan lapar, jadi sekarang waktunya pulang! Waktu mau pulang, kita naik metro dari stasiun Cluny-La Sorbonne, ternyata desainnya beda dari stasiun metro lainnya.

Akhirnya selesai juga hari ke-4, hari yang panjang dan melelahkan tapi seru! Di hari ke-5, kita akan ke museum lagi, kali ini museumnya beda. Sampai jumpa di post selanjutnya! :D