Friday, February 9, 2018

Langit Paris Sore Itu

Kemarin langit cerah! 

Walaupun suhunya tetap dingin, tapi akhirnya saya memutuskan untuk keluar rumah karena butuh cari inspirasi ke toko bukunya Palais de Tokyo (Toko bukunya bagus! Yang suka seni dan desain harus mampir kesana karena koleksinya cukup banyak). 

Ternyata jalan-jalan saya ditutup dengan langit Paris yang lagi cantik banget setelah beberapa hari gloomy. Akhirnya melipir sebentar ke jembatan untuk foto-foto.




Thursday, February 8, 2018

Paris sous la neige

Awal Februari 2018 merupakan awal petualangan saya di Perancis, akhirnya saya pindah!
Saya sempat menyesal karena sampai sini di awal Februari, udaranya dinginn. Kedatangan saya pagi itu disambut dengan 3 °C, sebagai manusia tropis, nyali saya langsung ciut.

Tapiiiii ternyata di hari ke-4 saya disini, turun salju! Saya langsung girang dan norak haha, maklum ini salju pertama saya. Dan ternyata juga salju besar pertama di Paris setelah bertahun-tahun, jadi saya beruntung banget. 

Walaupun salju ini membuat beberapa transportasi publik gak jalan, bus misalnya, tapi sepertinya semua orang setuju salju ini bikin Paris tambah cantik. Berhubung suami kerja, jadi saya keliling sendiri untuk menikmati Paris yang ditutup salju sekalian foto-foto. Dingin tapi cantik!
















Tuesday, December 12, 2017

Legalisir Acte de Mariage dan Melaporkan Pernikahan di KBRI Paris

Setelah menikah secara sipil di Paris, saya tinggal disana sekitar 2 bulan kurang. Akhirnya bisa menikmati Paris tanpa dipusingkan sama persiapan nikah!

Tapiii sebelum balik ke Indonesia, ada beberapa hal yang harus saya lakukan, pastinya masih sekitar urusan dokumen haha, yaitu lapor ke KBRI untuk dibuatkan surat keterangan menikah. Surat itu yang nantinya saya bawa ke kantor catatan sipil.

Langkah-langkah untuk lapor ke KBRI cukup gampang. Jadi pertama-tama saya dan suami datang ke mairie tempat dimana kami menikah, lalu minta dibuatkan acte de mariage. Caranya cuma isi form lalu submit deh, acte de mariagenya langsung jadi tanpa perlu menunggu lama.

Sesudah itu kita bawa dokumennya ke kantor Kementerian Luar Negri Perancis di Paris untuk dilegalisir, nama kantornya kalo cari di google maps adalah Bureau des légalisations du ministère des affaires étrangerères, alamatnya adalah di 57 Boulevard des Invalides, 75007 Paris. Biayanya 10 euro untuk setiap dokumen, dannn bisa langsung diambil juga.

Setelah dilegalisir, tahap selanjutnya tinggal dibawa ke KBRI deh. Waktu itu saya cuma bawa acte de mariage itu saja, gak diminta dokumen lainnya. Biayanya gratis! Dan besoknya sudah bisa diambil.

Gampang kann, dibadingkan dengan ngurus dokumen sebelum nikahnya yang panjang itu haha. Selanjutnya waktunya kembali ke Indonesia. Nanti saya ceritain lagi tentang bagaimana cara untuk melaporkan pernikahan luar negri di catatan sipil di Indonesia. Tapi sesudah ini saya mau bikin postingan-postingan yang banyak fotonya dulu haha.

À bientôt! :)

Friday, November 24, 2017

Certificat de Coutume

Seperti yang sudah saya sebutkan di postingan sebelumnya, kali ini saya mau membahas tahap-tahap untuk membuat Certificat de Coutume di KBRI Paris untuk kebutuhan menikah di mairie.

Daftar dokumen yang saya dapat ini dikeluarkan oleh KBRI Paris bulan Januari 2017, dan masih berlaku waktu saya nikah kemarin (September 2017). Kalau mau lebih aman, mungkin tetep harus cek ke KBRI lagi, mungkin syaratnya ada yang berubah.

Dokumen-dokumen yang diperlukan yaitu (untuk calon suami/ istri Indonesia):
  • Akta lahir asli yang telah dilegalisir oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Kementerian Luar Negeri RI (lalu ditranslate ke bahasa Perancis)

    Akta lahir yang sudah ditranslate ke bahasa Perancis oleh penerjemah tersumpah itu lalu dilegalisir di Kedutaan Perancis di Jakarta. Sekarang KBRI tidak menerima terjemahan lagi, jadi terjemahan akta lahir memang harus dilakukan di Indonesia. Waktu itu saya pakai jasa dari Pak Soegeng (penerjemah tersumpah yang ada di website kedutaan Perancis), sekalian untuk legalisasi dokumen di Kementerian Hukum dan Kementerian Luar Negeri. Prosesnya kira-kira seminggu. Untuk kontak Pak Soegengnya bisa dilihat di website kedutaan.
  • Certificat de Célibat atau Surat Keterangan Belum Menikah (SKBM) yang juga sudah dilegalisir oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Kementerian Luar Negeri RI (lalu ditranslate ke bahasa Perancis)

    Menurut info dari seorang teman, KBRI tidak mewajibkan apakah dokumennya dari kelurahan (N1, N2, N4) ataupun dari Catatan Sipil, keduanya akan diterima, yang jelas ada keterangan bahwa kita belum menikah. Tapi kemarin saya bikin SKBM ke kantor catatan sipil juga, karena dengar-dengar Kemenkumham tidak mau legalisir SKBM dari kelurahan, harus yang dari catatan sipil, jadi biar aman saya bikin lagi di catatan sipil.
  • Surat Izin menikah dari  orang tua (Tidak perlu ditranslate ke bahasa Perancis karena hanya untuk KBRI) 
    Surat ini kita bikin sendiri karena tidak ada formatnya di RT, RW maupun kelurahan. Jangan lupa minta tanda tangan dari Lurah setempat ya. Waktu itu Pak Lurah daerah saya gak mau tanda tangan, jadi perlu dibujukin dan dikasih liat contohnya, baru beliau mau tanda tangan. Kira-kira format surat saya kemarin seperti ini:

    SURAT IZIN MENIKAH DARI ORANG TUA

    Kami yang bertanda tangan di bawah ini :
    1. Ayah :
    Nama :   
    Tempat/Tgl. Lahir :   
    Pekerjaan              :   
    Alamat                   :
    1. Ibu  :
    Nama                      :   
    Tempat/tgl lahir   :   
    Pekerjaan              :   
    Alamat                   :   

    Dengan ini mengetahui, menyetujui dan memberikan izin untuk menikah di negara ........ dan akan memberikan restu sepenuhnya kepada putri kami :
    Nama                      :   
    Tempat/tgl lahir   :  
    Pekerjaan              :   
    Status :   
    Alamat                   :   

    Pernikahan rencananya akan dilaksanakan pada bulan .......... di .......... dengan yang namanya tersebut di bawah ini :
    Nama                      :   
    Tempat/tgl lahir   :   
    Pekerjaan              :   
    Status :   
    Alamat                   :   
       
    Demikian surat izin ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan sesungguh-sungguhnya untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

    Jakarta, ........     

    LURAH ..........      Kami Yang Memberikan Izin,                                    

              Ayah              Ibu




                  (Nama Lengkap) (Nama Lengkap)


  • Fotokopi paspor


    Sedangkan untuk 
    calon suami/ istri Perancis, dokumen yang diperlukan yaitu:
  • Fotokopi paspor
  • Bukti tempat tinggal (misalnya bukti tagihan listrik, pajak, dan telepon)
  • Surat keterangan dari kantor


    Kalau yang tinggalnya diluar Paris, dokumen-dokumen tersebut bisa dikirim via pos, ditujukan ke Fungsi Konsuler KBRI dengan melampirkan amplop Chronopost untuk mengirim balik dokumennya. Berdasarkan dokumen-dokumen diatas tadi, KBRI akan ngeluarin Certificat de Coutume yang bisa kita bawa untuk submit ke mairie. Oh iya biayanya gratis.


Saturday, November 18, 2017

Persiapan Dokumen untuk Menikah Sipil di Perancis

Di postingan kali ini, saya mau share tentang list dokumen yang dibutuhkan untuk menikah secara sipil di Perancis.

Ternyata seperti yang saya baca di blog-blog lainnya, persiapannya memang cukup panjang, kira-kira makan waktu 3 bulan sebelum saya kirim ke Perancis. Walaupun panjang, tapi pasti bisa kalau dijalani satu-satu, jadi untuk teman-teman yang lagi persiapan juga, tetap semangat!


Saya mulai browsing dan cari info mengenai syarat-syarat bagi WNI untuk menikah dengan WNA Perancis di Perancis sejak setahun sebelumnya. Tetapi baru beneran mulai proses ini itu-nya adalah bulan Februari 2017 (kira-kira 8 bulan sebelum hari H).


Gak banyak blog yang membahas topik ini, kalaupun ada, blognya sudah tidak update lagi. Untungnya saya menemukan teman seperjuangan yang berencana nikah di Perancis, jadi kita sama-sama saling berbagi info. Daftar dokumen di bawah ini kemungkinan berubah, jadi harus rajin-rajin update ya, baik ke mairie maupun KBRI.


Langkah-langkah yang kita lakukan waktu itu adalah:


1. Cari info ke balai kota (Mairie) masing-masing mengenai dokumen yang dibutuhkan untuk menikah disitu


Waktu itu suami saya kesana langsung dan dikasih folder yang isinya list dokumen yang dibutuhkan. Kita belum bisa nentuin tanggal yang kita mau, baru bisa rekues tiga opsi tanggal di waktu kita submit dokumen ke mairie.


Ternyata syarat dari mairie tidak banyak, yang panjang adalah proses untuk mendapatkan dokumen-dokumen tersebut di Indonesia haha.


Syarat-syarat dokumen di bawah ini saya dapat dari mairie tempat saya dan suami menikah di Paris. Denger-denger sih syarat masing-masing mairie beda, jadi harus dicek lagi ya ke mairie masing-masing, ini sebagai gambarannya saja.


Calon suami/ istri Perancis:



  • Akta lahir asli (tidak boleh lebih dari 3 bulan dari tanggal submit dokumen)
  • Form dari mairie (harus ditanda tangan kedua belah pihak)
  • Bukti tempat tinggal asli (bukti pajak, tagihan listrik, tagihan telepon)
  • Kartu identitas/ pasport
  • Daftar saksi dan fotokopi identitas/ paspor
  • Bukti prenuptial agreement (waktu itu kami submit menyusul)
  • Charte (form lain dari mairie yang harus ditanda tangan kedua pihak)

Calon suami/ istri Indonesia:
  • Akta Lahir asli yang sudah dilegalisir oleh KBRI Paris, umur dokumennya tidak boleh lebih dari 6 bulan sebelum tanggal submit dokumen ke mairie (akan saya jelaskan di langkah no. 2)
  • Certificat de Coutume dari KBRI (akan saya jelaskan di langkah no. 3)
  • Certificat de Célibat (surat keterangan belum menikah) yang sudah dilegalisir oleh KBRI, harus diterjemahkan dulu ke Bahasa Perancis sebelum dilegalisir. (Akan saya jelaskan di langkah no. 3)
Mairie juga meminta biodata dari penerjemah tersumpahBahasa Indonesia yang akan hadir di pernikahan nanti. Seingat saya, mairie mewajibkan kami untuk menghadirkan penerjemah karena saya warga negara asing. Daftar penerjemah tersumpah bisa diliat atau ditanyakan ke mairie masing-masing. 


2. Bikin Akta Lahir baru


Ternyata syarat dari mairie itu mengharuskan umur akta lahir saya harus 6 bulan sebelum tanggal submit dokumen, jadi saya terpaksa bikin akta lahir baru di catatan sipil (karena akta lahir di Indonesia cuma satu seumur hidup, sedangkan di Perancis, dan mungkin di negara lain juga, bisa rekues berkali-kali). Saya baca pengalaman orang-orang di suatu grup di sosmed, banyak yang bilang kalau mereka bikin baru dengan alasan hilang atau minta kutipan kedua dari akta lahir mereka.


Jadilah saya ngurus surat hilang ke kantor polisi setempat lalu proses bikin akta lahir baru ke catatan sipil di daerah Grogol. Proses pembuatan akta lahir baru saya memakan waktu seminggu.


3. Cari info ke KBRI tentang Certificat de Coutume


Ternyata untuk bikin Certificat de Coutume di KBRI, kita perlu beberapa dokumen yang harus disiapkan di Indonesia. 


Daftar dokumennya (untuk calon suami/ istri Indonesia) adalah sebagai berikut:

- Akta lahir asli (sudah dilegalisir oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Kementerian Luar Negeri, lalu diterjemahkan ke bahasa Perancis)
- Certificat de célibat (sudah dilegalisir oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Kementerian Luar Negeri, lalu diterjemahkan ke bahasa Perancis)
- Surat izin menikah dari orang tua (tidak perlu diterjemahkan, karena untuk keperluan KBRI saja). Contohnya ada di postingan saya berikutnya
- Fotokopi paspor

Untuk calon suami/ istri Perancis:

- Fotokopi paspor
- Bukti tempat tinggal (misalnya bukti tagihan listrik, pajak, dan telepon)
- Surat keterangan kantor.

Berdasarkan dokumen-dokumen tersebut, KBRI akan mengeluarkan Certificat de Coutume. Biayanya gratis dan prosesnya juga tidak lama. 


Mengenai penjelasan masing-masingnya akan saya bahas di postingan selanjutnya. 



4. Membuat Surat Keterangan Belum Menikah (SKBM) dan surat N1,N2 dan N4


Untuk kebutuhan bikin Certificat de Coutume di KBRI (yang diminta oleh mairie), kita harus membuat SKBM. Surat ini isinya menerangkan bahwa kita benar-benar belum menikah

.
Ternyata RT saya punya format untuk mengajukan SKBM ini, jadi tinggal isi, lalu minta tanda tangan RT dan RW, lalu ke kelurahan untuk dibuatkan SKBM dari kelurahan (jangan lupa minta surat pengantar dari RT dan RW untuk jaga-jaga diminta oleh kelurahan). Sekalian minta surat pengantar untuk dibuatkan surat N1, N2 dan N4 oleh kelurahan. Oh waktu itu saya juga minta surat pengantar dari kelurahan yang menyatakan bahwa saya benar-benar warganya dan akan mengurus pernikahan di Perancis. Harapan saya adalah bisa langsung jadi, ternyata harus diambil di hari berikutnya.

Setelah SKBM dan N1,2,4 dari kelurahan itu keluar, saya bawa ke kantor catatan sipil (jaga-jaga bawa fotokopi akta lahir, fotokopi KK dan fotokopi KTP). Lagi-lagi saya berharap dokumen tersebut bisa langsung jadi, ternyata harus diambil tiga hari kemudian.


5. Legalisasi dan Terjermahan Dokumen


Ada dua dokumen yang harus dilegalisir di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Kementerian Luar Negeri, yaitu:

- Akta lahir asli
- SKBM asli (yang dari catatan sipil)

Ternyata akta lahir kita pun harus dilegalisir dulu oleh notaris sebelum dibawa ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Kementerian Luar Negeri.


Kemarin saya menggunakan jasa dari Pak Soegeng, penerjemah tersumpah di Jakarta. Kontaknya bisa dilihat di website Kedutaan Perancis. Prosesnya kira-kira satu minggu.


6. Submit Dokumen ke KBRI Paris


Setelah semua dokumen siap dan sudah saya kirim ke Perancis dengan DHL, suami saya pergi ke KBRI untuk minta dibuatkan Certificat de Coutume dan juga melegalisir akta lahir saya dan SKBM. Prosesnya seingat saya kurang dari satu minggu.


7. Submit dokumen ke Mairie


Setelah melengkapi semua dokumen termasuk Certificat de Coutume dari KBRI, suami saya submit dokumen ke mairie. Hari itu juga kita bisa booking 3 tanggal untuk pernikahan sipil kita.

Karena kita gak submit dokumen bareng (waktu itu saya masih di Indonesia), 
jadi ada wawancara terpisah. Suami saya diwawancara di mairie dan saya di kedutaan. Urutannya adalah suami dulu yang diwawancara, hasilnya dikirimkan ke kedutaan Perancis di Jakarta, lalu mereka akan memanggil saya untuk diwawancara. Isi pertanyaannya kira-kira mengenai hubungan kita berdua. Mungkin tujuannya untuk mastiin kita bener-bener pacaran dan mau nikah beneran kali ya haha. 


Oh iya, catatan untuk akta lahir kita, berhubung akta lahir di Indonesia gak bisa minta berkali-kali, jangan lupa minta balik akta lahir aslinya dari mairie. Karena bisa jadi petugas mairie gak tau akan hal itu, takutnya kalau sudah mereka ambil, susah untuk kita ambil lagi. Kemarin suami saya menjelaskan itu ke mairie tapi mereka tetap ngotot untuk nyimpen akta lahir asli saya sampai saya datang. Akhirnya akta lahir itu saya ambil lagi setelah selesai nikah.


8. Menunggu Publication des bans dan Certificat de Non Opposition au Mariage


Kalau hasil wawancara kita disetujui oleh mairie, mereka akan menerbitkan Publication des Bans yang dipajang di mairie tersebut, seperti masang pengumuman di mading sekolah gitu. Isinya menjelaskan bahwa saya dan suami akan menikah sipil disitu tanggal sekian bulan sekian. Lama publikasi itu sekitar 10 hari. 


Jika tidak ada yang keberatan dengan rencana pernikahan kita, mairie akan mengeluarkan Certificat de Non Opposition au Mariage.

Dua dokumen diatas yang diperlukan untuk mengurus Visa Menikah di TLS untuk berangkat ke Perancis nantinya.

9. Mengajukan visa untuk menikah di TLS

Setelah semua dokumen selesai, sekarang waktunya apply visa! Syarat-syaratnya bisa dilihat di website TLS Contact. Jangan lupa pilih opsi yang short stay tapi pilih yang visa for marriage. Syarat-syaratnya mirip dengan visa turis, tapi kali ini kita harus melampirkan kopian dari Publication des bans dan Certificat de Non Opposition au Mariage. Saya juga melampirkan attestation d'accueil dari calon suami waktu itu, jadi tidak perlu melampirkan bookingan hotel selama tinggal disana. 

Selang beberapa hari, saya ditelfon oleh kedutaan untuk melengkapi beberapa dokumen, yaitu SKBM dan surat N1, N2 dan N4 dari kelurahan.

Kurang dari seminggu visa saya keluar! Ternyata memang gak boleh lama-lama di Perancis dulu karena dapat visanya cuma untuk 3 bulan haha. Tapi rasanya lega banget ternyata proses panjang sudah berhasil dilewati!!


----------------------------------------------------



Kira-kira begitulah prosesnyaaa. Panjang banget ya postingan kali ini haha. Memang prosesnya cukup panjang, harus rajin tanya sana-sini untuk update infonya. Karena pasti daftar dokumen dan tata caranya itu akan selalu berubah. Jangan ragu-ragu sok akrab (haha) nanya ke orang-orang yang punya pengalaman ngurusin pernikahan di luar negri (khususnya Perancis), siapa tau kamu malah dapat temen baru yang seperjuangan. Waktu proses ngurusin dokumen kemarin, saya baru tau kalau ternyata cukup banyak yang senasib sama saya, jadi bisa tukeran info. Gabung ke grup komunitas yang berhubungan di sosmed, lumayan bisa nambah info juga.

Harus siapin waktu karena bakal rajin bolak-balik ke kelurahan, catatan sipil, dan mungkin instansi pemerintah lainnya, apalagi kalau dokumennya ada yang kurang, aduh itu paling males karena harus balik lagi dan nunggu lagi. Jangan lupa cek kembali nama dan data yang ada di dokumen dari kelurahan dan lainnya, daripada ternyata ada yang salah dan harus balik lagi kannn.

Untuk yang masih jadi karyawan, kasih pengertian ke bos di kantor supaya nanti dapet izinnya lebih mudah hehe. Saya beruntung bos saya kemarin ngertiin dan mendukung prosesnya banget, jadi bisa mondar-mandir kesana sini. Siapin uang juga karena pasti adaaa aja yang perlu biaya, padahal baru ngurus dokumen yaa haha. 


Yang terakhir sih terus semangat!! Kalau semua dijalanin satu-satu, pasti bisa dilewatin semuanya. Semoga info-infonya berguna. Bon courage!! :)